Sehat Ideal

Your Shopping Cart




Your Cart is currently empty.

   

Left direction
Trial Pack
Trial Pack
Rp 738.000,00
ShapeWorks Ultimate Plus
ShapeWorks Ultimate Plus
Rp 2.572.000,00
ShapeWorks Ultimate
ShapeWorks Ultimate
Rp 2.264.000,00
ShapeWorks Quickstart Plus
ShapeWorks Quickstart Plus
Rp 1.332.000,00
ShapeWorks Quickstart
ShapeWorks Quickstart
Rp 1.024.000,00
ShapeWorks Advanced Plus
ShapeWorks Advanced Plus
Rp 1.819.000,00
ShapeWorks Advanced
ShapeWorks Advanced
Rp 1.511.000,00
RadiantC Face Quencher
RadiantC Face Quencher
Rp 99.000,00
RadiantC Daily Skin Booster
RadiantC Daily Skin Booster
Rp 342.000,00
Nutrition Activator
Nutrition Activator
Rp 303.000,00
Nourifusion Toner Normal/Oily
Nourifusion Toner Normal/Oily
Rp 197.000,00
Nourifusion Toner Normal/Dry
Nourifusion Toner Normal/Dry
Rp 197.000,00
Nourifusion Night Cream
Nourifusion Night Cream
Rp 476.000,00
Nourifusion N/Oily Kit
Nourifusion N/Oily Kit
Rp 647.000,00
Nourifusion N/Dry Kit
Nourifusion N/Dry Kit
Rp 647.000,00
Nourifusion Moisture Mask
Nourifusion Moisture Mask
Rp 282.000,00
Nourifusion Lotion SPF 15 Oily
Nourifusion Lotion SPF 15 Oily
Rp 253.000,00
Nourifusion Lotion SPF 15 N/Dry
Nourifusion Lotion SPF 15 N/Dry
Rp 253.000,00
Nourifusion Facial Scrub
Nourifusion Facial Scrub
Rp 282.000,00
Nourifusion Eye Gel
Nourifusion Eye Gel
Rp 310.000,00
Nourifusion Eye Cream
Nourifusion Eye Cream
Rp 310.000,00
Nourifusion Cleanser N/Oily
Nourifusion Cleanser N/Oily
Rp 197.000,00
Nourifusin Clarifying Mask
Nourifusin Clarifying Mask
Rp 282.000,00
Norifusion Cleanser N/Dry
Norifusion Cleanser N/Dry
Rp 197.000,00
N.R.G Instant Tea
N.R.G Instant Tea
Rp 204.000,00
Lipo Bond
Lipo Bond
Rp 246.000,00
Herbalifeline
Herbalifeline
Rp 380.000,00
Herbal Concentrate
Herbal Concentrate
Rp 303.000,00
Herbal Aloe Shampoo
Herbal Aloe Shampoo
Rp 131.000,00
Herbal Aloe Conditioner
Herbal Aloe Conditioner
Rp 131.000,00
Herbal Aloe Concentrate
Herbal Aloe Concentrate
Rp 303.000,00
Herbal Aloe Body Wash
Herbal Aloe Body Wash
Rp 169.000,00
Fiber & Herb Tablets
Fiber & Herb Tablets
Rp 122.000,00
F3 - Personalized Protein Powder
F3 - Personalized Protein Powder
Rp 308.000,00
F2 - Multivitamin Complex
F2 - Multivitamin Complex
Rp 291.000,00
F1 - Nutritional Shake Mix
F1 - Nutritional Shake Mix
Rp 308.000,00
Cell-U-Loss
Cell-U-Loss
Rp 184.000,00
Right direction
You are here: Home Article & Advice Wanita gemuk riskan terserang kanker ovarium
Wanita gemuk riskan terserang kanker ovarium

PARA wanita perlu menjaga berat badan karena mereka yang memiliki berat badan berlebihan memiliki risiko terserang kanker indung telur (ovarium) lebih tinggi dibanding dengan wanita yang tidak mengalami obesitas (kegemukan).

Kanker ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua jenis kanker ginekologi. Jenis kanker ini sulit diobati lebih awal karena pada stadium dini biasanya muncul hampir tanpa gejala. Meski demikian ada beberapa gejala yang perlu dicurigai sebagai kanker ovarium.

Pada stadium awal, gejala yang timbul berupa ganguan haid. Tetapi berbeda dengan kanker leher rahim yang bisa dideteksi dengan metode pap smear, maka belum ada cara untuk mendeteksi kanker ovarium.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kanker ovarium. Meskipun demikian, faktor pemakaian obat secara berlebihan dicurigai dapat memicu munculnya kanker ovarium.

Selain itu, penggunaan obat-obat kesuburan dalam jangka waktu lama juga diduga dapat
meningkatkan risiko serangan penyakit tersebut. Faktor genetika bisa juga menjadi acuan karena sebanyak 10 persen penderitanya ternyata memiliki keluarga yang juga menderita kanker ovarium.

Kini, sebuah studi di Amerika Serikat (AS) mengaitkan kegemukan dengan peningkatan risiko munculnya kanker ovarium.

Studi itu melibatkan lebih dari 94.000 wanita berusia 51 hingga 71 tahun, yang dipantau selama lebih dari tujuh tahun. Hasil studi itu, seperti dikutip Reuters, menunjukkan bahwa wanita yang mengalami obesitas memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terserang kanker ovarium.

Risiko itu meningkat pada wanita yang tidak pernah melakukan terapi pengganti hormon (HRT) selama masa menopause. Studi yang dilakukan sebelumnya mengaitkan hormon yang digunakan untuk mengurangi risiko kanker ovarium.

Di antara wanita yang tidak pernah melakukan HRT, mereka yang kegemukan memiliki risiko 83 persen lebih tinggi terserang kanker ovairum dibanding wanita dengan berat badan normal.

Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Cancer itu juga menunjukkan bahwa obesitas merupakan salah satu faktor penyebab kanker ovarium yang dapat dikendalikan.

Menurut kepala peneliti dalam studi itu, Dr Michael L Leitzman dari Lembaga Kanker Nasional Amerika Serikat (AS) di Bethesda, Maryland dan Universitas Regensburg di Jerman, hasil. studi itu memberikan satu lagi alasan bagi para wanita untuk menghindari kenaikan berat badan yang tidak sehat.

"Data kami menunjukkan bahwa mempertahankan berat badan yang sehat berkaitan dengan penurunan risiko perkembangan kanker ovarium," kata Leitzmann.

Belum jelas mengapa obesitas memiliki kontribusi terhadap kanker ovarium, tetapi mungkin hal itu berkaitan dengan efek lemak tubuh yang berlebihan terhadap kadar estrogen dalam tubuh seorang wanita, kata Leitzmann dan para mitranya.

Kenyataan bahwa risiko terserang kanker ovarium itu bergantung pada penggunaan HRT mendukung teori ini.

Studi itu juga menemukan kaitan antara obesitas pada usia 18 tahun dan peningkatan risiko terserang kanker ovarium pada usia lebih tua ?- sebuah kaitan yang bahkan lebih kuat dibanding kaitan antara kegemukan pada usia lebih lanjut dan kanker ovarium.

Berat badan pada usia remaja mungkin lebih relevan dengan kanker ovarium dibanding berat badan pada usia lebih lanjut.

Penelitian lain yang di lakukan para ilmuwan di AS juga menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami obesitas lebih rentan terkena kanker ovarium ganas.

Obesitas memang meningkatkan risiko perkembangan beberapa jenis kanker, tetapi riset itu mengungkapkan bahwa jaringan lemak berpengaruh terhadap perkembangan tumor.

Menurut hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Cancer itu, sel lemak yang menghasilkan hormon atau protein membuat kanker ovarium berkembang lebih pesat.

Kepala penelitian, Dr Andrew Li mengatakan penelitian itu melibatkan 216 perempuan yang menderita kanker ovarium epithelial, jenis kanker ovarium yang paling banyak ditemui, atau sekitar 90 persen dari seluruh kasus.

Penelitian itu membandingkan 35 perempuan yang mengalami obesitas dengan 108 perempuan yang memiliki berat badan normal untuk melihat perbedaan signifikan dalam kemunculan kanker.

Ternyata, obesitas berpengaruh pada ketahanan tubuh. Mereka yang mengalami obesitas, sel kankernya bisa timbul lagi setelah melakukan pengobatan dan berisiko pada kematian.

Untuk mengenali kanker ovarium, The American Cancer Society mengumumkan hasil konsesus para ahli kanker tentang gejala kanker ovarium. Gejala tersebut antara lain bengkak-bengkak di tubuh, rasa sakit di bagian perut dan panggul,kehilangan napsu makan, sering buang air kecil dan nyeri saat bersenggama.

Sering buang air kecil terjadi jika jika tumor sudah menekan rektum atau kandung kemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan di daerah panggul yang menyebabkan nyeri.

Situs rumah sakit Kanker Dharmais menyebutkan pada stadium lanjut gejala yang terjadi berhubungan dengan asites (penimbunan cairan dalam rongga perut) penyebaran ke omentum (lemak perut) dan organ-organ di dalam rongga perut lain seperti usus dan hati. Gejala yang tampak, seperti perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil.

Jika menemukan gejala tersebut, maka penderita harus segera ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan guna mendeteksi kista atau pembesaran ovarium.

Pemeriksaan dianjurkan pada wanita yang memiliki faktor risiko tinggi, yakni wanita yang mendapat haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat, tidak pernah atau sulit hamil, ada riwayat kanker ovarium dalam keluarga, serta wanita penderita kanker payudara dan kanker usus.

Penderita kanker ovarium di Indonesia dilaporkan terus meningkat setiap tahun.

Kanker ovarium akan jauh lebih mudah disembuhkan bila keberadaanya diketahui pada tahap awal pertumbuhan.

Sumber : Kompas.com

 

Login Form






ACCEPTED

CHAT NOW

Visitor

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday8
mod_vvisit_counterYesterday24
mod_vvisit_counterAll9140